Jumat, 20 Juni 2014
Jumat, 30 Mei 2014
3 PINTU KEBIJAKSANAAN
3 PINTU KEBIJAKSANAAN
Seorang Raja, mempunyai anak tunggal yg pemberani, trampil
dan pintar. Untuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada seorang
pertapa bijaksana.
"Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan Hidupku" Sang Pangeran meminta.
"Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu di atas pasir", ujar Pertapa.
"Saya akan berikan petunjuk padamu, di Jalan Hidupmu engkau akan menemui 3 pintu.
Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata hatimu.
Sekarang pergilah sang Pertapa menghilang dan Pangeran melanjutkan perjalanannya. Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di atasnya tertulis kata "UBAHLAH DUNIA"
"Ini memang yang kuinginkan" pikir sang Pangeran. "Karena di dunia ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula hal-hal yang tak kusukai. Aku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku"
Maka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama, yaitu mengubah dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak kesenangan dalam usahanya tetapi hatinya tidak merasa damai. Walau sebagian berhasil diubahnya tetapi sebagian lainnya menentangnya.
Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang Pertapa kembali.
"Apa yang engkau pelajari dari Jalanmu ?" Tanya sang Pertapa
"Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat klakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku" jawab Pangeran
"Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu. Lupakan apa yang diluar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup mengubahnya" dan sang Pertapa menghilang.
Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua yang bertuliskan "UBAHLAH SESAMAMU"
"Ini memang keinginanku" pikirnya. "Orang-orang di sekitarku adalah sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka juga yang mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi"
Dan kemudian ia mencoba mengubah semua orang yang tak disukainya. Ia mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan mereka. Ini menjadi pertarungannya yang kedua.
Tahun-tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa.
"Apa yang engkau pelajari kali ini?"
"Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan kesempatan agar hal-hal tersebut dapat muncul. Sebenarnya di dalam dirikulah segala hal tersebut berakar"
"Engkau benar" Kata sang Pertapa. "Apa yang mereka bangkitkan dari dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri.
Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang & bahagia dan bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan frustrasi.
Karena melalui mereka lah, Kehidupan mengajarkanmu apa yang perlu engkau kuasai dan jalan apa yang harus kau tempuh"
Kembali sang Pertapa menghilang.
Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga "UBAHLAH DIRIMU"
"Jika memang diriku sendiri lah sumber dari segala problemku, memang disanalah aku harus mengubahnya". Ia berkata pada dirinya sendiri.
Dan ia memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba mengubah karakternya sendiri, melawan ketidak sempurnaannya, menghilangkan kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang tak sesuai dengan gambaran ideal.
Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia berhasil dan sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang Pertapa kembali.
"Kini apa yang engkau pelajari ?"
"Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah"
"Itu bagus" ujar sang pertapa. "Ya" lanjut Pangeran, "tapi saya mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan melawan diri sendiri. Tidakkah ada akhir dari semuai ini ? Kapan saya bisa tenang ? Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah, ingin meninggalkan semua ini !"
"Itu adalah pelajaranmu berikutnya" ujar Pertapa. Tapi sebelum itu, balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah engkau tempuh". Dan ia pun menghilang.
Ketika melihat ke belakang, ia memandang Pintu Ketiga dari kejauhan dan melihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi "TERIMALAH DIRIMU".
Pangeran terkejut karena tidak melihat tulisan ini ketika melalui pintu tsb.
"Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai menjadi buta" katanya pada dirinya sendiri.
Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan, kekurangannya, bayangannya, ketakutannya. Ia mulai menyadari bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya.
Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca dirinya sendiri.
Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata "Aku belajar, bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat."
"Bagus, itu adalah Pintu Pertama Kebijaksanaan" , ujar Pertapa. "Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu Kedua"
Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi belakangnya "TERIMALAH SESAMAMU"
Ia bisa melihat orang-orang di sekitarnya, mereka yang ia suka dan cintai, serta mereka yang ia benci. Mereka yang mendukungnya, juga mereka yang melawannya.
Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya membuat ia malu dan berusaha mengubahnya.
Ia bertemu sang Pertapa kembali, "Aku belajar" ujarnya "Bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari merela. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya.
"Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa,
"Sekarang pergilah ke Pintu Pertama"
Dan di belakang Pintu Pertama, ia melihat tulisan "TERIMALAH DUNIA"
"Sungguh aneh" ujarnya pada dirinya sendiri "Mengapa saya tidak melihatnya sebelumnya". Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia yang sebelumnya berusaha ia taklukan dan ia ubah.
Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan kesempurnaannya.
Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah atau cara pandangnya?
Kembali ia bertemu dengan sang Pertapa : "Apa yang engkau pelajari sekarang ?"
"Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa Jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat yang menyenangkan. Ketika jiwaku muram, maka dunia pun kelihatannya muram.
Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau muram. Ia ADA, itu saja.
Bukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi, menerima seutuhnya, tanpa syarat.
"Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa. "Sekarang engkau berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia" Sang pertapa pun menghilang.
Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari kedamaian, ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan damai.
"Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan Hidupku" Sang Pangeran meminta.
"Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu di atas pasir", ujar Pertapa.
"Saya akan berikan petunjuk padamu, di Jalan Hidupmu engkau akan menemui 3 pintu.
Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata hatimu.
Sekarang pergilah sang Pertapa menghilang dan Pangeran melanjutkan perjalanannya. Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di atasnya tertulis kata "UBAHLAH DUNIA"
"Ini memang yang kuinginkan" pikir sang Pangeran. "Karena di dunia ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula hal-hal yang tak kusukai. Aku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku"
Maka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama, yaitu mengubah dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak kesenangan dalam usahanya tetapi hatinya tidak merasa damai. Walau sebagian berhasil diubahnya tetapi sebagian lainnya menentangnya.
Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang Pertapa kembali.
"Apa yang engkau pelajari dari Jalanmu ?" Tanya sang Pertapa
"Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat klakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku" jawab Pangeran
"Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu. Lupakan apa yang diluar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup mengubahnya" dan sang Pertapa menghilang.
Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua yang bertuliskan "UBAHLAH SESAMAMU"
"Ini memang keinginanku" pikirnya. "Orang-orang di sekitarku adalah sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka juga yang mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi"
Dan kemudian ia mencoba mengubah semua orang yang tak disukainya. Ia mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan mereka. Ini menjadi pertarungannya yang kedua.
Tahun-tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa.
"Apa yang engkau pelajari kali ini?"
"Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan kesempatan agar hal-hal tersebut dapat muncul. Sebenarnya di dalam dirikulah segala hal tersebut berakar"
"Engkau benar" Kata sang Pertapa. "Apa yang mereka bangkitkan dari dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri.
Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang & bahagia dan bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan frustrasi.
Karena melalui mereka lah, Kehidupan mengajarkanmu apa yang perlu engkau kuasai dan jalan apa yang harus kau tempuh"
Kembali sang Pertapa menghilang.
Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga "UBAHLAH DIRIMU"
"Jika memang diriku sendiri lah sumber dari segala problemku, memang disanalah aku harus mengubahnya". Ia berkata pada dirinya sendiri.
Dan ia memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba mengubah karakternya sendiri, melawan ketidak sempurnaannya, menghilangkan kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang tak sesuai dengan gambaran ideal.
Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia berhasil dan sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang Pertapa kembali.
"Kini apa yang engkau pelajari ?"
"Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah"
"Itu bagus" ujar sang pertapa. "Ya" lanjut Pangeran, "tapi saya mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan melawan diri sendiri. Tidakkah ada akhir dari semuai ini ? Kapan saya bisa tenang ? Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah, ingin meninggalkan semua ini !"
"Itu adalah pelajaranmu berikutnya" ujar Pertapa. Tapi sebelum itu, balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah engkau tempuh". Dan ia pun menghilang.
Ketika melihat ke belakang, ia memandang Pintu Ketiga dari kejauhan dan melihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi "TERIMALAH DIRIMU".
Pangeran terkejut karena tidak melihat tulisan ini ketika melalui pintu tsb.
"Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai menjadi buta" katanya pada dirinya sendiri.
Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan, kekurangannya, bayangannya, ketakutannya. Ia mulai menyadari bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya.
Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca dirinya sendiri.
Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata "Aku belajar, bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat."
"Bagus, itu adalah Pintu Pertama Kebijaksanaan" , ujar Pertapa. "Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu Kedua"
Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi belakangnya "TERIMALAH SESAMAMU"
Ia bisa melihat orang-orang di sekitarnya, mereka yang ia suka dan cintai, serta mereka yang ia benci. Mereka yang mendukungnya, juga mereka yang melawannya.
Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya membuat ia malu dan berusaha mengubahnya.
Ia bertemu sang Pertapa kembali, "Aku belajar" ujarnya "Bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari merela. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya.
"Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa,
"Sekarang pergilah ke Pintu Pertama"
Dan di belakang Pintu Pertama, ia melihat tulisan "TERIMALAH DUNIA"
"Sungguh aneh" ujarnya pada dirinya sendiri "Mengapa saya tidak melihatnya sebelumnya". Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia yang sebelumnya berusaha ia taklukan dan ia ubah.
Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan kesempurnaannya.
Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah atau cara pandangnya?
Kembali ia bertemu dengan sang Pertapa : "Apa yang engkau pelajari sekarang ?"
"Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa Jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat yang menyenangkan. Ketika jiwaku muram, maka dunia pun kelihatannya muram.
Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau muram. Ia ADA, itu saja.
Bukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi, menerima seutuhnya, tanpa syarat.
"Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa. "Sekarang engkau berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia" Sang pertapa pun menghilang.
Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari kedamaian, ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan damai.
Empat Langkah Ubah Tantangan Jadi Peluang
Empat Langkah Ubah Tantangan Jadi
Peluang
HAMPIR setiap orang pernah mengalami masa-masa
sulit dalam hidupnya, barangkali juga Anda. Akan tetapi, jangan buru-buru
menyikapinya dengan cara negatif. Sebab, di balik setiap tantangan juga
tersembunyi peluang untuk transformasi dan pembaharuan.
Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan perusahaan terhadap karyawan, misalnya, memberikan Anda kesempatan untuk mencari pekerjaan baru yang lebih berarti, mengubah arah karier, bahkan memulai bisnis baru yang selama ini dimimpikan.
Cara Anda menyikapi krisis banyak dipengaruhi oleh cara Anda memandang dunia. Jika Anda memandang dunia sebagai tempat yang muram dan penuh kesengsaraan, ketika menghadapi krisis Anda akan dikuasai perasaan takut, cemas, atau putus asa dan tidak berdaya.
Bahkan, ketika melihat dunia dengan penuh optimisme pun, Anda akan tetap merasa sedikit tidak aman dengan berbagai pesan negatif yang mengungkung. Bagaimana pun reaksi Anda, berikut ini adalah sejumlah langkah untuk menggali dan mengeksplorasi peluang yang tersembunyi di balik setiap tantangan:
1. Perhatikan seberapa sering Anda mengekspos diri dengan pesan-pesan negatif dari media massa. Batasi paparan media hingga tingkat minimum, asalkan cukup bagi Anda untuk mendapatkan informasi tanpa perlu dicekoki dengan perasaan takut dan khawatir yang berlebihan.
2. Buat daftar tentang pengaruh krisis terhadap kehidupan Anda. Misalnya, ''Saya khawatir akan kehilangan pekerjaan'', ''Penjualan menurun dan bisnis lesu'', atau ''Saya kehilangan 30 persen tabungan pensiun''.
3. Setelah memaparkan tantangan yang Anda hadapi, tulis berbagai peluang yang melekat di baliknya. Misalnya, jika khawatir akan kehilangan pekerjaan, Anda bisa mulai memperbarui resume dan lebih giat menjalin networking demi mendapatkan pekerjaan baru yang selama ini dicita-citakan.
Sementara itu, jika bisnis sedang lesu, Anda bisa menggunakan waktu untuk mengorganisasi kantor, memperbarui materi pemasaran, dan menjalin kembali hubungan dengan pelanggan yang selama ini terabaikan.
4. Terakhir, sadarilah bahwa ada sejumlah hal yang berada di luar kendali Anda. Daripada menghabiskan waktu untuk mengeluhkan dan mencemaskan hal tersebut, sebaiknya pusatkan perhatian untuk mencari peluang sehingga Anda dapat melaksanakan tindakan.
Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan perusahaan terhadap karyawan, misalnya, memberikan Anda kesempatan untuk mencari pekerjaan baru yang lebih berarti, mengubah arah karier, bahkan memulai bisnis baru yang selama ini dimimpikan.
Cara Anda menyikapi krisis banyak dipengaruhi oleh cara Anda memandang dunia. Jika Anda memandang dunia sebagai tempat yang muram dan penuh kesengsaraan, ketika menghadapi krisis Anda akan dikuasai perasaan takut, cemas, atau putus asa dan tidak berdaya.
Bahkan, ketika melihat dunia dengan penuh optimisme pun, Anda akan tetap merasa sedikit tidak aman dengan berbagai pesan negatif yang mengungkung. Bagaimana pun reaksi Anda, berikut ini adalah sejumlah langkah untuk menggali dan mengeksplorasi peluang yang tersembunyi di balik setiap tantangan:
1. Perhatikan seberapa sering Anda mengekspos diri dengan pesan-pesan negatif dari media massa. Batasi paparan media hingga tingkat minimum, asalkan cukup bagi Anda untuk mendapatkan informasi tanpa perlu dicekoki dengan perasaan takut dan khawatir yang berlebihan.
2. Buat daftar tentang pengaruh krisis terhadap kehidupan Anda. Misalnya, ''Saya khawatir akan kehilangan pekerjaan'', ''Penjualan menurun dan bisnis lesu'', atau ''Saya kehilangan 30 persen tabungan pensiun''.
3. Setelah memaparkan tantangan yang Anda hadapi, tulis berbagai peluang yang melekat di baliknya. Misalnya, jika khawatir akan kehilangan pekerjaan, Anda bisa mulai memperbarui resume dan lebih giat menjalin networking demi mendapatkan pekerjaan baru yang selama ini dicita-citakan.
Sementara itu, jika bisnis sedang lesu, Anda bisa menggunakan waktu untuk mengorganisasi kantor, memperbarui materi pemasaran, dan menjalin kembali hubungan dengan pelanggan yang selama ini terabaikan.
4. Terakhir, sadarilah bahwa ada sejumlah hal yang berada di luar kendali Anda. Daripada menghabiskan waktu untuk mengeluhkan dan mencemaskan hal tersebut, sebaiknya pusatkan perhatian untuk mencari peluang sehingga Anda dapat melaksanakan tindakan.
Delapan Kunci Sikap Positif untuk Sukses
Delapan
Kunci Sikap Positif untuk Sukses
PERNAHKAH Anda bertanya-tanya, mengapa karier
seseorang bisa melesat cepat menuju posisi puncak sementara karier orang lain
tetap bertahan di posisi bawah? Umumnya orang berpikir bahwa otak cerdas,
bakat, serta koneksi merupakan kunci untuk meraih kesuksesan. Namun, ada satu
hal penting lain yang terlupakan: sikap.
Dr. Martin Seligma, seorang psikolog dan pakar optimisme di Amerika Serikat, menemukan bahwa sikap atau tingkah laku seseorang, merupakan penentu kesuksesan yang lebih berpengaruh daripada I.Q.,pendidikan, serta berbagai faktor lain.
Ia menemukan, orang-orang yang bersikap positif tetap sehat, memiliki hubungan yang lebih baik, dan maju dalam bidang karier. Seligman bahkan menemukan, orang-orang yang bersikap positif juga menghasilkan lebih banyak uang.
Sikap yang tepat dapat membuat banyak perbedaan dalam karier siapa pun. Berikut ini adalah sejumlah sikap positif yang dapat Anda tiru untuk menjadi pekerja sukses:
1. Bertanggung jawab atas nasib sendiri
Jika Anda menghabiskan seluruh perjalanan karier untuk menunggu sesuatu yang menarik datang menghampiri, maka Anda hanya buang-buang waktu. Profesional yang sukses tidak berdiam diri dan menanti. Mereka keluar dari cangkangnya dan membuat hal-hal yang baik terjadi. Jadi, libatkan diri untuk menentukan arah karier dalam cara baru yang sama sekali berbeda. Anda akan berhasil sampai di puncak, dan Anda bertanggung jawab untuk membuat itu terjadi.
2. Apa pun mungkin terjadi
Jika Anda berpikir tidak mungkin bisa menduduki posisi wakil presiden perusahaan, maka tentu saja Anda tidak akan pernah bisa mencapainya. Ingat, jika Anda berpikir tidak bisa, maka Anda mungkin tidak akan mampu melakukannya. Sikap yang tepat adalah memiliki optimisme bahwa Anda bisa mencapai hal yang dimau, dan apa pun mungkin terjadi.
3. Bersungguh-sungguh dalam setiap pekerjaan
Anda tidak pernah tahu kapan akan diperhatikan. Itulah salah satu alasan mengapa Anda harus merasa bangga dalam melakukan apa pun pekerjaan Anda. Semangat, kerja keras, serta perhatian terhadap detail pekerjaan yang ditangani, akan membuat potensi Anda dikenali. Ingat-ingatlah hal ini setiap kali Anda merasa ogah-ogahan mengerjakan tugas yang terlihat sepele.
4. Setiap orang adalah kontak kunci potensial
Bersikap baiklah terhadap setiap orang di tempat kerja. Tidak ada ruginya berlaku sopan terhadap orang-orang di sekitar Anda. Sebab, Anda tidak pernah tahu kapan mereka akan memainkan peran di masa depan Anda.
5. Cintai pekerjaan yang dijalani
Jika Anda menghabiskan waktu untuk mengeluh karena merasa tidak cocok melakukan pekerjaan saat ini, maka kinerja Anda akan mengecewakan. Pekerja yang sukses bertindak seolah-olah mereka sedang menjalankan pekerjaan impian mereka, di mana pun mereka berada.
6. Networking itu penting
Profesional yang sukses memahami pentingnya jaringan, baik di dalam mau pun di luar kantor. Anda perlu proaktif menjalin kontak profesional. Ajak rekan makan siang atau bergabung untuk hang out setelah jam bekerja usai. Bergabunglah dengan asosiasi profesional guna membangun jalur jaringan untuk masa depan Anda.
7. Jangan pernah puas, cari peluang baru
Karena Anda bertanggung jawab atas nasib sendiri, sudah menjadi tugas Anda untuk mencari cara guna meningkatkan profesionalitas. Tawarkan diri untuk mengerjakan proyek tambahan, pelajari keterampilan baru yang menambah nilai Anda, atau sesekali lembur untuk membantu rekan kerja. Profesional yang sukses tidak hanya menyelesaikan pekerjaannya lalu kabur. Mereka mencari cara-cara tambahan untuk membuat dirinya dikenali.
8. Kegagalan membantu membuka jalan kesuksesan
Meskipun sejumlah orang terlihat seperti tidak pernah mengalami kemunduran, sebenarnya semua orang pernah gagal dari waktu ke waktu. Perbedaan antara mereka yang sukses dengan mereka yang gagal adalah bagaimana mereka menghadapi kegagalan itu sendiri. Orang-orang sukses adalah mereka yang belajar dari kesalahan dan terus maju.
Dr. Martin Seligma, seorang psikolog dan pakar optimisme di Amerika Serikat, menemukan bahwa sikap atau tingkah laku seseorang, merupakan penentu kesuksesan yang lebih berpengaruh daripada I.Q.,pendidikan, serta berbagai faktor lain.
Ia menemukan, orang-orang yang bersikap positif tetap sehat, memiliki hubungan yang lebih baik, dan maju dalam bidang karier. Seligman bahkan menemukan, orang-orang yang bersikap positif juga menghasilkan lebih banyak uang.
Sikap yang tepat dapat membuat banyak perbedaan dalam karier siapa pun. Berikut ini adalah sejumlah sikap positif yang dapat Anda tiru untuk menjadi pekerja sukses:
1. Bertanggung jawab atas nasib sendiri
Jika Anda menghabiskan seluruh perjalanan karier untuk menunggu sesuatu yang menarik datang menghampiri, maka Anda hanya buang-buang waktu. Profesional yang sukses tidak berdiam diri dan menanti. Mereka keluar dari cangkangnya dan membuat hal-hal yang baik terjadi. Jadi, libatkan diri untuk menentukan arah karier dalam cara baru yang sama sekali berbeda. Anda akan berhasil sampai di puncak, dan Anda bertanggung jawab untuk membuat itu terjadi.
2. Apa pun mungkin terjadi
Jika Anda berpikir tidak mungkin bisa menduduki posisi wakil presiden perusahaan, maka tentu saja Anda tidak akan pernah bisa mencapainya. Ingat, jika Anda berpikir tidak bisa, maka Anda mungkin tidak akan mampu melakukannya. Sikap yang tepat adalah memiliki optimisme bahwa Anda bisa mencapai hal yang dimau, dan apa pun mungkin terjadi.
3. Bersungguh-sungguh dalam setiap pekerjaan
Anda tidak pernah tahu kapan akan diperhatikan. Itulah salah satu alasan mengapa Anda harus merasa bangga dalam melakukan apa pun pekerjaan Anda. Semangat, kerja keras, serta perhatian terhadap detail pekerjaan yang ditangani, akan membuat potensi Anda dikenali. Ingat-ingatlah hal ini setiap kali Anda merasa ogah-ogahan mengerjakan tugas yang terlihat sepele.
4. Setiap orang adalah kontak kunci potensial
Bersikap baiklah terhadap setiap orang di tempat kerja. Tidak ada ruginya berlaku sopan terhadap orang-orang di sekitar Anda. Sebab, Anda tidak pernah tahu kapan mereka akan memainkan peran di masa depan Anda.
5. Cintai pekerjaan yang dijalani
Jika Anda menghabiskan waktu untuk mengeluh karena merasa tidak cocok melakukan pekerjaan saat ini, maka kinerja Anda akan mengecewakan. Pekerja yang sukses bertindak seolah-olah mereka sedang menjalankan pekerjaan impian mereka, di mana pun mereka berada.
6. Networking itu penting
Profesional yang sukses memahami pentingnya jaringan, baik di dalam mau pun di luar kantor. Anda perlu proaktif menjalin kontak profesional. Ajak rekan makan siang atau bergabung untuk hang out setelah jam bekerja usai. Bergabunglah dengan asosiasi profesional guna membangun jalur jaringan untuk masa depan Anda.
7. Jangan pernah puas, cari peluang baru
Karena Anda bertanggung jawab atas nasib sendiri, sudah menjadi tugas Anda untuk mencari cara guna meningkatkan profesionalitas. Tawarkan diri untuk mengerjakan proyek tambahan, pelajari keterampilan baru yang menambah nilai Anda, atau sesekali lembur untuk membantu rekan kerja. Profesional yang sukses tidak hanya menyelesaikan pekerjaannya lalu kabur. Mereka mencari cara-cara tambahan untuk membuat dirinya dikenali.
8. Kegagalan membantu membuka jalan kesuksesan
Meskipun sejumlah orang terlihat seperti tidak pernah mengalami kemunduran, sebenarnya semua orang pernah gagal dari waktu ke waktu. Perbedaan antara mereka yang sukses dengan mereka yang gagal adalah bagaimana mereka menghadapi kegagalan itu sendiri. Orang-orang sukses adalah mereka yang belajar dari kesalahan dan terus maju.
Minggu, 18 Mei 2014
Tiga Tipe Kekuasaan di Tempat Kerja
Tiga Tipe
Kekuasaan di Tempat Kerja
KEKUASAAN atau pengaruh di tempat kerja merupakan
hal yang penting untuk diperhatikan. Setiap hari, Anda perlu berhubungan dengan
orang-orang di kantor untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan. Oleh karena itu,
memperkuat posisi Anda demi kepentingan tersebut patut dilakukan.
Sebelumnya kenalilah berbagai tipe kekuasaan yang ada di lingkungan kerja. Karena permainan kekuasaan ini merupakan hal yang sensitif dan Anda mungkin tidak bisa memengaruhi semua orang.
Nah, berikut ini adalah tiga tipe kekuasaan di lingkungan kerja yang dapat dilatih dan dipelajari:
1. Role power
Role power adalah otoritas dan kekuasaan lain yang diberikan berdasarkan peran seseorang di tempat kerja. Role power merupakan jenis kekuasaan yang paling langsung. Contohnya, seorang atasan memiliki kekuasaan atas para staf di bawahnya. Meskipun demikian, role power tidak selalu mengalir dari atas ke bawah. Seseorang bisa saja memiliki role power tambahan untuk suatu konteks tertentu, seperti mengepalai suatu proyek atau komite dan bekerja serta menerima masukan dari orang-orang dengan jabatan yang lebih tinggi.
Jika Anda termasuk ke dalam tipe peran tersebut, Anda mungkin memiliki kontrol terhadap proyek atau informasi berharga. Nah, cara terpasti untuk meningkatkan role power tentunya dengan meraih promosi. Akan tetapi, ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuasaan dari peran Anda sekarang.
Coba perhatikan tugas harian yang selalu Anda kerjakan. Apakah ada sesuatu yang terlihat lebih penting daripada yang lain? Apakah ada bagian dari pekerjaan Anda yang krusial dan benar-benar dibutuhkan perusahaan? Nah, berikan perhatian ekstra pada area tersebut. Anda bisa meminta atau menyarankan sesuatu yang berguna untuk area tersebut, meskipun hanya membuat excel spreadsheet untuk melihat data dengan cara berbeda.
2. Expert power
Expert power adalah kekuasaan yang berasal dari keahlian dan pengetahuan yang dimiliki seseorang. Beban pekerjaan yang Anda pikul berasal dari kualitas dari hasil serta pengetahuan yang Anda tunjukkan.
Pernahkah Anda berpikir, mengapa orang-orang di kantor lebih menghormati top salesman daripada orang-orang lain di tim penjualan? Dia memberikan bukti berupa hasil. Itu sebabnya, orang-orang menghargai dan mendengarkan opininya.
Sebelumnya kenalilah berbagai tipe kekuasaan yang ada di lingkungan kerja. Karena permainan kekuasaan ini merupakan hal yang sensitif dan Anda mungkin tidak bisa memengaruhi semua orang.
Nah, berikut ini adalah tiga tipe kekuasaan di lingkungan kerja yang dapat dilatih dan dipelajari:
1. Role power
Role power adalah otoritas dan kekuasaan lain yang diberikan berdasarkan peran seseorang di tempat kerja. Role power merupakan jenis kekuasaan yang paling langsung. Contohnya, seorang atasan memiliki kekuasaan atas para staf di bawahnya. Meskipun demikian, role power tidak selalu mengalir dari atas ke bawah. Seseorang bisa saja memiliki role power tambahan untuk suatu konteks tertentu, seperti mengepalai suatu proyek atau komite dan bekerja serta menerima masukan dari orang-orang dengan jabatan yang lebih tinggi.
Jika Anda termasuk ke dalam tipe peran tersebut, Anda mungkin memiliki kontrol terhadap proyek atau informasi berharga. Nah, cara terpasti untuk meningkatkan role power tentunya dengan meraih promosi. Akan tetapi, ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuasaan dari peran Anda sekarang.
Coba perhatikan tugas harian yang selalu Anda kerjakan. Apakah ada sesuatu yang terlihat lebih penting daripada yang lain? Apakah ada bagian dari pekerjaan Anda yang krusial dan benar-benar dibutuhkan perusahaan? Nah, berikan perhatian ekstra pada area tersebut. Anda bisa meminta atau menyarankan sesuatu yang berguna untuk area tersebut, meskipun hanya membuat excel spreadsheet untuk melihat data dengan cara berbeda.
2. Expert power
Expert power adalah kekuasaan yang berasal dari keahlian dan pengetahuan yang dimiliki seseorang. Beban pekerjaan yang Anda pikul berasal dari kualitas dari hasil serta pengetahuan yang Anda tunjukkan.
Pernahkah Anda berpikir, mengapa orang-orang di kantor lebih menghormati top salesman daripada orang-orang lain di tim penjualan? Dia memberikan bukti berupa hasil. Itu sebabnya, orang-orang menghargai dan mendengarkan opininya.
Nah, Anda pun
secara tidak sadar telah meningkatkan expert power yang dimiliki
sepanjang meniti karier. Orang cenderung memandang seseorang yang telah
melakukan pekerjaan dalam jangka waktu lama sebagai yang lebih cerdas dan
berpengalaman. Akan tetapi, orang juga akan memandang rendah seseorang yang
melakukan hal sama bertahun-tahun dan terjebak di sana.
Oleh karena itu, Anda perlu bersikap dinamis. Pelajari berbagai keahlian baru dan perdalam pengetahuan tentang bidang yang Anda geluti. Jangan lupa untuk membawa angin segar berupa ide-ide baru yang potensial.
3. Relationship power
Relationship power adalah pengaruh yang dimiliki seseorang terhadap orang lain karena hubungan yang dijalinnya dengan mereka. Relationship power adalah apa yang terdapat di dalam hubungan, sehingga seseorang bersedia melakukan sesuatu untuk Anda.
Di antara ketiga kekuasaan yang ada, relationship power merupakan jenis kekuasaan yang paling mudah digunakan, karena setiap orang ingin rukun di tempat kerja dan segala sesuatu berjalan lancar. Meskipun Anda tidak ingin bersahabat dengan seseorang yang bekerja dengan Anda, setiap orang tentu ingin menjalani hari setenang mungkin. Saling tolong menolong, atau respon kilat terhadap permintaan informasi, bisa meningkatkan kekuatan sosial yang Anda miliki.
Ringan tangan dan berlaku manis setiap hari merupakan cara terbaik untuk meningkatkan relationship power seseorang. Tidak perlu menjadi penjilat, bersikap santai dan membantu orang lain sudah cukup. Ketika rekan kerja melakukan pekerjaan yang baik, berikan dia pujian.
Jangan lupa, setiap orang memiliki masalah. Suatu saat nanti, mungkin Anda yang membutuhkan bantuan.
Oleh karena itu, Anda perlu bersikap dinamis. Pelajari berbagai keahlian baru dan perdalam pengetahuan tentang bidang yang Anda geluti. Jangan lupa untuk membawa angin segar berupa ide-ide baru yang potensial.
3. Relationship power
Relationship power adalah pengaruh yang dimiliki seseorang terhadap orang lain karena hubungan yang dijalinnya dengan mereka. Relationship power adalah apa yang terdapat di dalam hubungan, sehingga seseorang bersedia melakukan sesuatu untuk Anda.
Di antara ketiga kekuasaan yang ada, relationship power merupakan jenis kekuasaan yang paling mudah digunakan, karena setiap orang ingin rukun di tempat kerja dan segala sesuatu berjalan lancar. Meskipun Anda tidak ingin bersahabat dengan seseorang yang bekerja dengan Anda, setiap orang tentu ingin menjalani hari setenang mungkin. Saling tolong menolong, atau respon kilat terhadap permintaan informasi, bisa meningkatkan kekuatan sosial yang Anda miliki.
Ringan tangan dan berlaku manis setiap hari merupakan cara terbaik untuk meningkatkan relationship power seseorang. Tidak perlu menjadi penjilat, bersikap santai dan membantu orang lain sudah cukup. Ketika rekan kerja melakukan pekerjaan yang baik, berikan dia pujian.
Jangan lupa, setiap orang memiliki masalah. Suatu saat nanti, mungkin Anda yang membutuhkan bantuan.
4 Karakter Manusia Saat Hadapi Tekanan
4 Karakter Manusia Saat Hadapi Tekanan
BANYAK cara untuk menilai karakter asli seseorang. Tetapi ini adalah cara yang
cukup sederhana untuk mengenali 4 tipe seseorang dalam menghadapi berbagai
macam tekanan. Sebab tekananlah yang sesungguhnya sangat membentuk
watak dan karakter, sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi dengan
kondisi ini dikemudian hari.
Secara sederhana ada 4 tipe orang dalam menghadapi berbagai macam tekanan tersebut:
1. Tipe lempeng logam,
2. Tipe busa/gabus (sponge),
Tipe orang ini cukup baik dalam menerima tekanan, seperti halnya busa/gabus yang lentur, bisa menyesuaikan dirinya terhadap tekanan dan cepat kembali ke bentuk semula, tipe orang ini sangat fleksibel dalam menghadapi tekanan, dan umumnya tipe ini bisa bertahan dan lebih baik dalam mengatasi semua tekanan dan kesulitan.
3. Tipe cangkang telur,
Orang dengan tipe ini sangat rapuh, sedikit mengalami tekanan saja sudah patah arang, sering kali tipe ini mengalami stres dan bisa masuk ke dalam depresi hingga mendatangkan rasa putus asa, sebenarnya orang tipe ini bisa diperbaiki watak dan karakternya selama dia memiliki orang-orang terdekatnya yang selalu mendukung dan membantu semua kesulitannya, tidak seterusnya dia harus bergantung dengan orang lain, tapi kita bantu agar orang ini bisa menumbuhkan ketahanan mentalnya dengan menumbuhkan kepercayaan dirinya dari dalam, artinya dari kesadarannya sendiri, bila tipe orang ini mau berusaha dengan keras pasti dia bisa merubah watak dan karakternya ke arah menjadi lebih baik.
4. Tipe bola bekel atau bola pingpong,
Tipe orang ini sangat ideal dari pada semua tipe di atas, Tipe ini sangat ekspresif terhadap tekanan, seperti bola bekel/pingpong ini, bila dibanting/ditekan makin terpantul ke sana kemari, artinya tipe orang ini tidak gampang menyerah, dia selalu mencari jalan keluar dalam setiap tekanan, bahkan tekanan yang didapatinya membuat dia lebih kreatif dan ekpresif untuk menghadapi semua tekanan dan kesulitan, biasanya orang dengan tipe ini bisa meraih kesuksesan di bidang yang digelutinya.
Secara sederhana ada 4 tipe orang dalam menghadapi berbagai macam tekanan tersebut:
1. Tipe lempeng logam,
Tipe orang ini, pada awalnya seperti kuat menerima
tekanan, seperti lempeng logam ini, tapi kalau tekanan itu diterimanya terus
menerus maka lempeng logam ini akhirnya akan bengkok juga, artinya tipe orang
ini awalnya dia bisa mengatasi tekanan yang datang, tapi bila tekanan itu terus
menderunya lama lama ketahanan mentalnya berkurang, lama-lama dia menyerah,
hingga akhirnya ada yang masuk kedalam keputusasaan, tapi tipe ini ada
kelebihannya setidaknya dia bisa bertahan di fase awal sebelum dia menyerah,
sebenarnya tipe orang ini bisa dibantu untuk meningkatkan ketahanan mentalnya,
dengan sedikit bimbingan dan dorongan untuk terus maju dan pantang menyerah
dalam menghadapi tekanan dengan membangkitkan jiwa menantang, bila kita
dampingi terus tipe orang ini bisa berkembang menjadi lebih baik dan terus
menjadi lebih baik, bila kesadaran dalam dirinya merasa tertantang untuk
menghadapi semua kesulitan dan tekanan itu.
2. Tipe busa/gabus (sponge),
Tipe orang ini cukup baik dalam menerima tekanan, seperti halnya busa/gabus yang lentur, bisa menyesuaikan dirinya terhadap tekanan dan cepat kembali ke bentuk semula, tipe orang ini sangat fleksibel dalam menghadapi tekanan, dan umumnya tipe ini bisa bertahan dan lebih baik dalam mengatasi semua tekanan dan kesulitan.
3. Tipe cangkang telur,
Orang dengan tipe ini sangat rapuh, sedikit mengalami tekanan saja sudah patah arang, sering kali tipe ini mengalami stres dan bisa masuk ke dalam depresi hingga mendatangkan rasa putus asa, sebenarnya orang tipe ini bisa diperbaiki watak dan karakternya selama dia memiliki orang-orang terdekatnya yang selalu mendukung dan membantu semua kesulitannya, tidak seterusnya dia harus bergantung dengan orang lain, tapi kita bantu agar orang ini bisa menumbuhkan ketahanan mentalnya dengan menumbuhkan kepercayaan dirinya dari dalam, artinya dari kesadarannya sendiri, bila tipe orang ini mau berusaha dengan keras pasti dia bisa merubah watak dan karakternya ke arah menjadi lebih baik.
4. Tipe bola bekel atau bola pingpong,
Tipe orang ini sangat ideal dari pada semua tipe di atas, Tipe ini sangat ekspresif terhadap tekanan, seperti bola bekel/pingpong ini, bila dibanting/ditekan makin terpantul ke sana kemari, artinya tipe orang ini tidak gampang menyerah, dia selalu mencari jalan keluar dalam setiap tekanan, bahkan tekanan yang didapatinya membuat dia lebih kreatif dan ekpresif untuk menghadapi semua tekanan dan kesulitan, biasanya orang dengan tipe ini bisa meraih kesuksesan di bidang yang digelutinya.
Langganan:
Komentar (Atom)